MAJLIS

Kami mengundang anda untuk hadir di sesi pertama Majelis yang akan terselenggara pada :
 
Hari : Sabtu, 30 Juni 2018
 
Jam : 14.00 WIB.
 
Tempat : Grobak Art Kos | Hysteria, Jl. Stonen No.29, Bendan Ngisor, Gajahmungkur, Semarang
 
Majelis merupakan kegiatan rutin yang memfasilitasi pertemuan antar musisi dari latar belakang berbeda yang belum pernah bermain bersama sebelumnya. Dalam pertemuan ini, para partisipan akan berimprovisasi dalam bentuk interaksi bebunyian secara spontan. Terinspirasi oleh Kombo (Yogyakarta), Majelis bertujuan mengeksplorasi improvisasi sebagai sebuah tradisi yang dapat ditemukan di semua jenis musik, dan bahkan di disiplin seni lain selain musik. Harapannya lewat kegiatan – kegiatan ini improvisasi dapat dimaknai sebagai salah satu bentuk cara untuk merespon bebunyian yang ditemui di setiap laku kehidupan.
 
Dalam setiap sesinya, Majelis mengajak tiga sampai lima partisipan yang kemudian akan dibagi secara acak dalam format duet, trio ataupun kuartet. Seniman dari disiplin seni di luar musik seperti sastra, performance art, tari, dan seni rupa juga dapat ikut berkolaborasi dalam setiap sesi Majelis. Majelis juga terbuka bagi musisi atau seniman yang berasal dari luar kota Semarang maupun luar negeri. Setiap sesi Majelis akan didokumentasikan dalam bentuk foto, audio dan video yang kemudian disimpan dalam bentuk arsip yang dapat diakses melalui kanal-kanal online streaming seperti Youtube dan Bandcamp.
 
Didukung oleh Hysteria dan Semarang On Fire
 
Kontak:
Johanes (081901314224)
Riska (081229501307)
Instagram:
@majelisimprovisasi
 
 
 
Majelis sesi pertama akan menampilkan:

1. Adi Laksito
 
Bermain musik sejak SMA dan sebelumnya pernah tergabung dalam banyak band namun hanya sebagai hobi saja. Baru pada tahun 2016 mulai serius berkarya bersama Lilin Semasa Hujan yang mengusung genre dark ambient post rock, dan pada akhir tahun 2017 juga turut aktif bersama band death metal Diminish Perception.

 

2. Albertus Arga Y
 
Albertus Arga Yuda, akrab dipanggil dengan nama Kacang, merupakan salah satu anggota kolektif performance art Komunal Tireks. Saat ini aktif bermusik bersama unit improvisasi Samber Nyawa, dan sebelumnya pernah terlibat dengan kelompok musik Trio Enrio dan Sampar. Selain menggeluti dunia musik dan performance art, juga terlibat dalam dunia tulis menulis. Salah satu cerpennya pernah masuk 15 cerpen terpilih dalam lomba menulis cerpen UKM KIAS UPGRIS dengan tema Hewan dalam Prasangka Mitologi yang kemudian dibukukan dalam Kolontoko.

3. Debby Selviana
Debby Selviana adalah seorang penggiat seni yang menggunakan seni kolase dan menggambar sebagai media berekspresi dengan mengambil inspirasi dari kehidupan sehari hari, perempuan, dan sekitar. Karya – karyanya pernah dipamerkan di beberapa acara seperti Orart Oret Art Jamming, Lady Fast, dan lain lain. Ia juga beberapa kali mengisi workshop kolase di beberapa acara. Selain menekuni kolase dan menggambar, ia juga aktif menjadi vokalis dari band hardcore punk Slost dan band eksperimental HMMM. Sebagai vokalis ia memiliki proyek personal bernama Death Sugar, pernah terlibat dalam workshop dan sesi rekaman Gaung Jagat, serta pernah ikut berkolaborasi di Kombo #13 tahun 2015.

 
4. Gerry Pindonta
 
Gerry adalah multi-instrumentalist yang pernah aktif di berbagai band lintas-genre. Di Samber Nyawa, proyek musik terbarunya, ia bermain gitar, bass dan drum. Selain bermusik, ia juga aktif sebagai performance-artist dalam kolektif Komunal Tireks.

 
5. Nanda Goeltom
 
Selama menjalani kuliah di Universitas Diponegoro Semarang banyak berproses di musik kampus.
Sejak 2012 – sekarang menjalani kehidupan bermusik bersama dengan AbsurdNation (indie jazz). Sudah pernah bermain di beberapa festival seperti Java Jazz, Ngayogjazz, dan Loenpia Jazz. Pernah pula berkolaborasi dengan beberapa nama seperti Djaduk Ferianto, Barry Likumahuwa, Efek Rumah Kaca, dan masih banyak lagi. Selain bermusik juga menekuni usaha wiraswasta di bidang otomotif dan juga aktif sebagai dosen prodi Manajemen di Universitas PGRI Semarang.

Tinggalkan Balasan