(Re) Produksi Ruang Khalayak : (Bok Cinta) Kampung Bustaman

  Oleh: Frans Ari Prasetyo   Kampung kota sebagai rekening perkotaan bekerja dalam struktur hierarkis kota dengan kompleksitas social-spatial dan politik perkotaannya. Operasi formal-informal perkotaan menunjukan kontruksi social-spatial yang nyata sebagai relasi produksi dan konsumsi khalayak di ruang public. Pesatnya pertumbuhan industry dengan konsentrasi yang kuat telah mengambil bentuk yang berbeda dari struktur konsumsi khalayak

Read More...

Bok Cinta , Upaya Aktivasi Ruang Khalayak

Tengok Bustaman II Adin Kredo “Apalah artinya renda-renda kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apalah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan. Kepadamu aku bertanya..?” (Sajak Sebatang Lisong- WS Rendra) Selama 10 tahun lebih berkesenian di Semarang, ada masa-masa dalam diri mempertanyakan sebenarnya untuk apa terus menerus berkegiatan, membangun jaringan, menginisiasi program. Berkali evaluasi rasa-rasanya

Read More...

Memunculkan Harapan Lewat Seni

(catatan proses artis) Oleh Annisa Rizkiana Rahmasari   grobakhysteria.or.id – Butuh waktu 2 minggu bagi saya untuk merenung setelah menyelesaikan proyek seni di salah satu kampung di Semarang. Nama kampung tersebut adalah Bustaman. Nama ini diambil dari nama Kyai Kertoboso Bustam atau kakek buyut Raden Saleh. Bersama beberapa seniman lain, kami diberikan kewajiban untuk mengolah

Read More...