KETAHANAN KOLEKTIF SENI ARUS SENDIRI

 

IMGESPRACH vol.10
KETAHANAN KOLEKTIF SENI ARUS SENDIRI
(bedah buku ‘PEKA KOTA HUB’ komunitas Hysteria)
Oleh : ADIN ( @adinmbuh ) – founder komunitas Hysteria Semarang

Minggu, 30/09/2018 – 19.00 wib
Di Warung Teman Lama (Jl. Lidah Kulon Gg.7) @warungtemanlama

Bagaimana sebuah inisiatif bertahan dan berkembang terutama di kota-kota yang tidak menjadi arus utama dunia seni kontemporer Indonesia? Pertanyaan itu tentu saja tak bisa dijawab dengan mudah. Tapi keberlangsungan Kolektif Hysteria dalam 13 tahun terakhir ini tentu menjadi catatan tersendiri. Sebagai pelaku sekaligus penyaksi langsung, naik turunnya kolektif, komunitas, kelompok, ruang (praktik) alternatif di Semarang, kutukan tentang kota lunpia sebagai kuburan seni tentulah tidak berlebihan. Seolah menegaskan asumsi banyak orang, komunitas akan tumbuh, berkembang tidak seberapa lama, lalu mati lemas satu-satu. Apa yang membuat Hysteria persisten bergerak dan menginisiasi banyak hal? Ragam isu apa yang selama ini jadi perhatian dan juga bagaimana berbagai penyesuaian dilakukan untuk bertahan sekaligus mengembangkan diri?
Pengalaman dan dinamika pasang-surut Hysteria dalam 13 tahun praktiknya, bisa jadi inspirasi, refleksi, sekaligus pembelajaran buat kita yang (sekedar) ingin tahu/berkenalan, atau tertarik untuk memulai, dan bahkan yang telah ‘tercebur basah’ dalam mengembangkan praktik-praktik alternatif di bidang seni, arsitektur, desain, aktivisme sosial & lingkungan, atau bidang-bidang lainnya.

Sila datang dan tentu saja kegiatan ini GRATIS!

#senirupasurabaya #artdiscussion #contemporaryart #urbanvisual #arsub2018 #senirupa #arte #art #visualart #senirupaindonesia

Tinggalkan Balasan