Hysteria – Mengambil pidato kebudayaan Hilmar Farid yang berjudul ‘Arus Balik Kebudayaan’. Esai yang ditulis secara lugas oleh Hilmar menceritakan tentang bagaimana kemunduran kebudayaan nusantara sejatinya terjadi karena kita sudah tidak bersentuhan lagi dengan laut. Dalam Arus Balik karya Pramoedya Ananta Toer pergeseran orientasi kebudayaan maritim ke agraris ini dimulai sejak mundurnya kerajaan Majapahit dan
Screening Ampe Mudeng
Selepas pemutaran film dibiasakan untuk memperbincangkan apa-apa yang ditangkap dari sinema yang diputar. Bisa berupa impresi adegan, pesan filosofis, hingga hal-hal remeh lainnya. Heima dipilih oleh Adin untuk ditonton dan setelah itu pemilih film akan menjadi poros dalam diskusi selepas pemutaran. Dilaksanan sebulan sekali untuk memaksa para penonton terbiasa memperbincangkan film secara intensif.
Ngobrol Seni 2
Dalam ‘Seni dan Civil Society’ Ignas Kleden mencoba mengurai hubungan antara fungsi seni dan masyarakat. Esai yang termaktub dalam kompilasi pidato kebudayaan Dewan Kesenian Jakarta ‘Imajinasi Kebudayaan’ ini tak memberikan jawaban pasti. Ignas hanya menunjukkan kemungkinan-kemungkinan yang bisa tercipta namun mengembalikan pada pembaca untuk mencari sendiri relasi konkretnya.
Making Artist Fasilitasi Seniman Muda
Hysteria – Pekerjaan sebagai desain grafis seringkali masih dipandang sebelah mata. Anggapan miring inilah yang kadang membuat banyak para lulusan desain grafis kadang tak menekuni dunia ini. Mitos inilah yang sejak lama ingin dipatahkan Dina Prasetyawan, desainer grafis asal Semarang. Jerih payahnya untuk menembus kompetisi-kompetisi internasional telah mengantarkan dirinya makin mantap menekuni profesi ini. Tak




