Media Partner

Pasar Ruka, Festival di Gang Perkampungan Gaungkan Kriya Berkelanjutan

 

Lokasi event festival kerap dikonotasikan dengan area yang luas, tetapi Ruka3
membantahnya dengan menggelar Pasar Ruka di sela gang perkampungan Menowosari, Kota
Magelang pada hari Minggu (7/9). Ruka3 merupakan penyedia ruang publik di Kecamatan
Magelang Utara, Kota Magelang yang hidup dari aktivasi bulanannya. Nama Ruka3
merepresentasikan tiga ruang di dalamnya yang terbagi menjadi ruang karya, ruang kantin,
dan ruang komunal. Ruang karya menjadi tangan kedua bagi pelaku UMKM untuk
memasarkan produknya, sementara ruang kantin dan ruang komunal melengkapi Ruka3
untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dan sosial.
Dalam enam bulan terakhir, Dwi Istiyarno, pemilik Ruka3 di samping mengelola usaha
tersebut, ia juga melakukan observasi dan evaluasi terhadap program-program Ruka3 yang
selama ini telah terlaksana. Terdapat belasan usaha kerajinan yang masuk dalam etalase ruang
karya. "Pasar Ruka ini kemudian menjadi lanjutan dan penekanan dari keberlangsungan
produk di Ruka3 selama ini," sebut Dwi.


Pemuda kelahiran Temanggung itu mencoba meneropong market kriya dari kacamata green
economy, sehingga tercetus tema Pasar Ruka yaitu “Sustainable Craft Market”. Tema ini
menjadi suatu gerakan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan bagi para pelaku UMKM.
Di dalamnya terdapat 8 mata acara Pasar Ruka di antaranya jalan santai, workshop, live
demo, kelas edukasi, pop up market, pameran, talkshow, dan live performance. Acara ini
tidak semata dihadiri oleh masyarakat Magelang saja melainkan antar daerah bahkan turis
mancanegara. Pengunjung di hari itu mencapai kurang lebih 500 orang berdatangan silih
berganti.
Alur masuk area ditengarai dengan gate berwujud wajah dan sayap yang dibuat dari daur
ulang kardus. Pengunjung langsung disajikan sederet stand UMKM kriya, kantin, dan recycle
spot untuk memilah sampah. Ruka3 tidak lain sebuah bangunan rumah satu lantai yang
dipoles menjadi ruang publik. Dinding dan ornamennya pun tidak banyak diubah. Berbelok
ke kiri terdapat pameran dimana 16 karya dipasang sepanjang lorong menuju halaman
belakang. Di halaman itu terpampang dekorasi dari perpaduan daur ulang kardus, seng, dan
kain denim. Konsep ornamen dibuat khusus oleh seniman dan pengrajin tekstil Magelang
yaitu Akbar Sultan Alam dan Dwyas Ayu Wydowati.
Acara diawali dengan jalan santai pada pukul 07.00 WIB. Kegiatan ini berkolaborasi dengan
komunitas jalan yaitu Laku Easy Peace dan kelompok pemuda setempat bernama Masyarakat
Muda Menowosari. Jalan santai diikuti oleh sejumlah warga setempat dan pengunjung Pasar
Ruka. Rute jalan melewati daerah perkampungan menowo ke selatan menuju Pasar Bonpolo,
tiba di terminal angkutan umum, dan berputar arah ke arah utara menyusuri Kali Kota.
Sesampainya di titik awal, peserta jalan santai dipersilakan beristirahat sambil mengikuti
workshop dan kelas edukasi. Selaras dengan tema, output dari workshop Pasar Ruka adalah
untuk membuat produk daur ulang limbah. Dua workshop tersebut adalah pembuatan pin dari

tutup botol dan merajut dengan plastik. Sementara di ruang lainnya diadakan kelas edukasi
bersama digital marketer asal Temanggung, Ardanisadewa.

 


Menjelang siang hari, live demo membatik dan ecoprint dimulai hingga pukul 18.00 WIB.
Sembari pengunjung melihat area pop up market, mereka juga diperbolehkan mencoba live
demo dan menonton pameran kerajinan secara gratis. Di pertengahan acara, hadir 11 seniman
yang menampilkan kebolehannya mulai dari lagu, pembacaan cerpen, hingga monolog.
Sebelum acara ditutup, terdapat sesi talkshow selama satu jam yang menghadirkan tiga
pembicara, di antaranya Blasius Bratta yaitu penanggung jawab subsektor kriya di Komite
Ekonomi Kreatif Magelang; Andika John, ketua bidang pariwisata, ekonomi kreatif, dan
inforkom di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Magelang; dan Tribuana
Desy, founder Kraosan.id sebuah usaha sosial yang memberdaya masyarakat Kabupaten
Magelang melalui produk kerajinan bambu.
Semakin malam, Pasar Ruka kian dipadati pengunjung. Bertepatan dengan itu, Pasar Ruka
menutup event-nya dengan penampilan meriah oleh DJ set D.16.G asal Grabag dan video
mapping nan ciamik oleh Ogalk Aglik, kelompok seniman asal Temanggung.

You Might Also Like

Tinggalkan Balasan