Selepas pemutaran film dibiasakan untuk memperbincangkan apa-apa yang ditangkap dari sinema yang diputar. Bisa berupa impresi adegan, pesan filosofis, hingga hal-hal remeh lainnya. Heima dipilih oleh Adin untuk ditonton dan setelah itu pemilih film akan menjadi poros dalam diskusi selepas pemutaran. Dilaksanan sebulan sekali untuk memaksa para penonton terbiasa memperbincangkan film secara intensif.
Ngobrol Seni 2
Dalam ‘Seni dan Civil Society’ Ignas Kleden mencoba mengurai hubungan antara fungsi seni dan masyarakat. Esai yang termaktub dalam kompilasi pidato kebudayaan Dewan Kesenian Jakarta ‘Imajinasi Kebudayaan’ ini tak memberikan jawaban pasti. Ignas hanya menunjukkan kemungkinan-kemungkinan yang bisa tercipta namun mengembalikan pada pembaca untuk mencari sendiri relasi konkretnya.
Grobak Bioskop Masuk Kampung
Kampung juga menjadi sasaran Grobak Bioskop. Dalam beberapa kali pemutaran di kampung, warga biasanya cukup antusias. Namun pemilihan jenis film juga sangat mempengaruhi animo penonton. Tak jarang penonton pulang lebih dini karena filmnya dianggap tak sesuai. Target tempat biasanya tidak terlalu luas, seukuran lapangan tennis atau voli dianggap cukup ideal. Hingga saat ini pemutaran di
Grobak Bioskop Masuk Kampus
Sudah menjadi agenda rutin Grobak Bioskop untuk memutar film di kampus-kampus. Kebutuhannya bermacam, kadang edukasi, kadang sekedar berbagi film bermutu. Film-film yang diputar juga tidak monoton pada genre tertentu. Dokumentasi ini merupakan beberapa pemutaran yang pernah dilakukan Grobak Bioskop di beberapa kampus.
Grobak Bioskop Masuk Kota
Grobak Bioskop Masuk Kota diadakan untuk memperluas apresiasi film di ruang publik. Diadakan di ruang publik, kafe, maupun tempat yang diniatkan seperti itu.





