#Gosip:Mandor01 “ Seni Rupa Kontemporer dan Relevansinya dengan Kota-Kota Kecil • Sejarah seni rupa kontempoter Indonesia selalu diasumsikan dimulai sejak lahirnya Gerakan Seni Rupa Baru yang pada tahun 1970an pasca Desember Hitam yang menolak definisi seni rupa terbatas pada seni lukis, patung dan grafis saja. Sejak saat itu praktik-praktik yang lebih beragam bermunculan, termasuk gerakan-gerakan
seni untuk kota
Bagaimana sebuah inisiatif bertahan dan berkembang terutama di kota-kota yang tidak menjadi arus utama dunia seni kontemporer Indonesia? Pertanyaan itu tentu saja tak bisa dijawab dengan mudah. Tapi keberlangsungan Kolektif Hysteria dalam 13 tahun terakhir ini tentu menjadi catatan tersendiri. Sebagai pelaku sekaligus penyaksi langsung, naik turunnya kolektif, komunitas, kelompok, ruang (praktik) alternatif di Semarang,
pre order pekakota hub
tuduhan seni rupa kontemporer indonesia elit itu tentu problematis dan kontroversial. kita bisa berdebat panjang lebar definisidefinisi itu, tapi silakan gugling ‘sejarah seni rupa kontemporer indonesia’ dan mari diraba, selain wacana dominasi 3 kota, kota kota lain itu hanya penonton bukan? akui saja. secara umum begitu kan. pertama kita perlu mengakui ketimpangan itu, kedua
“Babad Alas di Negeri Paman Sam”
Kolektif Hysteria dan Semarang On Fire mempersembahkan . BUAH TANGAN #12 “Babad Alas di Negeri Paman Sam” . Selasa, 20 Maret 2018 di Grobak Art Kos (Jl. Stonen No. 29, Semarang). Mulai pukul 16.00 s/d Selesai. . Bincang-bincang bersama Garna Raditya (@garnaraditya ) . Gratis! . Info lebih lanjut hubungi: 081328748395 (Afri) atau kunjungi




