Banyak kawan yang bertanya bagaimana caranya masuk ke sebuah kampung dan menjadi bagian dari kampung tersebut. Itulah ilmu yang setiap hari terus kami asah dalam berarsitektur komunitas. Kepekaan dalam analisa sosial dan sikap dasar untuk meletakkan masyarakat sebagai pelaku utama perubahan. *NYEMPLUNG KAMPUNG*, alias terjun ke kampung. Kelas Mengenali Kampung Bersama Masyarakat bagi
Romeo is Bleeding
Kerja bareng bureu of educational and cultural affairs USA Embassy bersama Hysteria, Kopos Unwahas, dan FIB Undip American Film Showcase: Romeo is Bleeding Tour bersama Jason Zeldes (sutradara- USA) dan Donte Clark (tokoh film dan penyair- USA) | diskusi, workshop, dan screening Rabu-Kamis 14-15 Desember 2016 Grobak Art Kos, Unwahas, FIB Undip, Semarang CP
Rembug Mitra Pekakota ‘Kampungku Kelak’
Rembug Mitra Pekakota ‘Kampungku Kelak’ 4-6 November 2016 di Balai Pertemuan Kampung Malang, Purwodinatan, Semarang 4-5 November 2016 09.30-16.00 bersama: Kampung Malang, Kampung Petemesan, Kampung Bustaman, Kemijen, Tapak, Nongkosawit, Randusari juru dengar dan pikir kehormatan: Yuli Kusworo (Arsitektur Komunitas – Jogja) Gatot (Stren Kali – Surabaya) Zainal Arifin (Direktur LBH Semarang) Widi Nugroho (Direktur
Aksara Literary Fest 2016
Gerakan literasi dan peran media dalam sebuah kota, ketika disadari, adalah dua hal yang sangat berpengaruh dalam mengarahkan karakter warga ketika menyikapi berbagai dinamika problematika kehidupan kota. Warga kota yang tidak terliterasi dengan baik cenderung menjadi sosok ignoran, tidak peduli, ketika banyak permasalahan yang terjadi menyangkut masa depan kota tempat mereka tinggal. Dan ketika
cagar budaya untuk siapa
pekakota forum 20 CAGAR BUDAYA UNTUK SIAPA menimbang ulang keberpihakan dan cara pandang pemantik: – Anastasia Dwirahmi (Master of World Heritage Studies, BTU Cottbus, Jerman) – Ani Kusrini (Ketua PKL Semarang) – Oktav Bagus (pegiat kampung, Pekakota Platform) Sabtu, 29 OKTOBER 2016 pukul 15.30- selesai Tekodeko Koffiehuis, Jalan Letjend Suprapto No. 44, Kota Lama,





