Semarang – Band pop kreatif asal Semarang, Serambi, merilis single perdananya; “Yang Sejati Pasti Selamanya” pada hari Rabu, 27 September 2023. Single bernuansa pop kreatif dengan muatan jazz dan R&B tersebut membentang lirik tentang dinamika perkawanan, tentang ajakan untuk saling memaafkan. “Yang Sejati Pasti Selamanya” ditulis sebagai selebrasi hening atas hubungan perkawanan maupun hubungan personal
Whocares #18 – Pilih Aku atau Tour 2023
Whocares Collective adalah sebuah kolektif yang berorientasi pada pengorganisiran gig musik berbagai skala dan sering kali pula berkolaborasi dengan jadwal tour band-band dari luar kota Semarang. Berdiri sejak tahun 2015, kolektif ini terbilang salah satu yang paling aktif dan konsisten di Semarang.
FANTASIA – Franky Paidjo Mini Solo Exhibition
Frankie Paidjo, lebih dikenal sebagai ilustrator dan karikaturis serta salah satu pegiat gambar sketsa di Semarang. Pribadi yang pendiam dan entah kenapa tidak terlalu banyak memperlihatkan atau membicarakan karya-karya yang referensinya berasal dari pengalamannya terkait fantasi. Kesibukannya membaca komik ataupun novel grafis pada masa kecil, memberinya beragam referensi visual akan figur dan acap kali terseret ke dalam mimpi dan kemudian membimbing Frankie Paidjo untuk membangun serpihan-serpihan yang tercecer dalam memori bawah sadarnya tersebut mewujud menjadi karya.
Many West: Merangkai Kisah Cinta Melalui “Is It Okay If I Love You?” EP
“Is It Okay If I Love You?” tidak hanya sekadar sekumpulan lagu, tetapi juga sebuah perjalanan emosional. Mengawali dengan lagu “Honey”, Many West membawa pendengar melalui nuansa musik alternatif modern pop yang dihiasi dengan elemen-elemen synth lawas yang memberikan aroma nostalgia. Permainan gitar yang tegas tetapi lembut menjalin harmoni dengan lirik yang penuh perasaan.
Muchos Libre Menghadirkan Dunia Tanpa Abu-Abu – Sebuah Eksplorasi Berani dengan Nuansa Serius
Korongmentah, salah satu personel Muchos Libre, dengan tepat menangkap ketakutan temannya yang menjadi inspirasi lagu tersebut, tentang kompleksitas hukum agama. Dalam sebuah kutipan menarik, ia mengatakan, “Hukum agama tidak bisa menjadi abu-abu. Semua hanya hitam dan putih.” Ungkapan ini kemudian menjadi momok yang menggetarkan hati bagi Korongmentah sendiri.





