Media Partner, Musik

Main Gila : Video Musik Baru dari Kos Atos Tentang Kompetisi yang Tidak Sehat

Karya Kos Atos kali ini menunjukkan bahwa mereka tidak takut untuk menabrak batas dan mencoba hal-hal baru dalam musik mereka. Lagu “Main Gila” berhasil menyampaikan pesan penting tentang interaksi sosial yang dialami dalam kehidupan sehari-hari, sembari memberikan hiburan dan kesenangan bagi para pendengarnya.

Read More...

Musik

San.gita Menggelar “Lelaku” Sebagai Syukuran Rilis Singel Perdana “Lokomotif”

San.gita, sebuah kelompok musik yang beranggotakan Bonita (vokal), Adoi (elektrik gitar), Sunu (elektrik bass), dan Michael (drums), telah mengumumkan bahwa mereka akan merilis singel pertamanya yang berjudul “Lokomotif” pada 21 Juli mendatang. Lagu ini menjadi catatan pertama San.gita dalam proses pembuatan album perdananya yang dinanti-nantikan.

Read More...

Musik

Mötcúlt : Kultus Monumental yang Kaya Warna dari Rotér

Mötcúlt menggunakan pendekatan hibrida dengan menghasilkan tujuh lagu yang kaya warna, mencampurkan notasi-notasi yang kontras, seperti mayor, minor, diminished, blues dan bahkan, sedikit pelog. Hal ini dilakukan untuk menciptakan hook (puncak) yang tetap terjaga. Beberapa band yang menjadi inspirasi gaya bermusik Mötcúlt adalah Black Sabbath, Acid Mother Temple, The Doors, dan sebagainya.

Read More...

Musik

Malik Ros : Merayakan Pernikahan Dengan Rilis Album Baru

Malik Ros, seorang rapper dan produser musik asal Semarang yang dikenal dengan sentuhan jazz dan funk, telah merilis album baru berjudul “Menikah” baru-baru ini. Dengan perpaduan gaya musik yang unik, Malik Ros menulis sendiri semua lagu dalam perjalanan proses musikalnya. Baginya, menulis lagu adalah proses yang menantang sekaligus menyenangkan karena ia menemukan kanal yang tepat untuk mengekspresikan dirinya secara kreatif sambil menekuni kata-kata yang tepat untuk menyampaikan pesan dalam setiap musiknya. Bagi Malik Ros, musik adalah juga media.

Read More...

Musik

Unless: Menghidupkan Kembali Hari Ini Dengan Semangat Emo Lewat Rilisan “Blessed by Silence, Kissed by Fear”

Keberanian Unless, sebuah unit musik beranggotakan enam orang, untuk memilih jalur bermusik daripada menjadi sekadar penggemar musik emo nostalgia patut diacungi jempol. Di tengah meledaknya popularitas musik “poni lempar” seperti Saosin, The Devil Wears Prada, Alesana, dan sejenisnya, Unless memilih jalan musiknya dalam era yang seolah, kebanyakan penikmat musik, hanya menganggap genre mereka sebagai kenangan atau hiburan semata.

Read More...