Program

Cecombrotan 3 – Residensi Novelino Adam di Siku Terpadu: Survive Seniman dalam Mengelola Ekonomi Kreatif Kolektif

Seniman Hysteria, Novelino Adam membagikan pengalamannya selama menjalani residensi di Siku Terpadu, Makassar dalam acara Cecombrotan 3 di Grobrak Art Kos I Hysteria pada hari Sabtu (21/9/2023). (Dok/Hysteria)

Hysteria – Novelino Adam membagikan pengalamannya selama menjalani residensi dari Lumbung Kelana di Siku Terpadu, Makassar, Indonesia. Agenda residensi di Siku Terpadu diikuti Novelino Adam sebagai seniman cetak saring perwakilan dari Hysteria, Semarang, kurang lebih selama 13 hari, pada 17-30 Agustus 2023.

Sepulang Novelino Adam dari residensi, ia membagikan pengalamannya selama lokakarya di sana melalui acara Cecombrotan 3 yang diinisiasi oleh Kolektif Hysteria di Grobak Art Kos I Hysteria, Jl. Stonen No.29, Bendan Ngisor, Gajahmungkur, Semarang pada hari Sabtu, (21/9/2023).

Novelino Adam atau yang kerap disapa Inu, mengaku mendapatkan banyak pengalaman selama menjalani residensi. Inu tak hanya membagikan pengetahuan terkait kriya cetak saring pada peserta lokakarya di Siku Terpadu, akan tetapi ia pun mendapatkan ilmu lain dari kolektif tersebut.

Salah satunya adalah cara survive seniman dan komunitas dengan membangun dan mengembangkan perekonomian kolektif. Pada Cecombrotan 3 yang dipandu oleh Kesit Widjanarko dengan penanggap Purna Cipta Nugraha, Inu menyebut jika ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh sebuah komunitas untuk melakukan proses kreatif, tanpa mengabaikan kebutuhan dasar para senimannya. Yakni melalui pengembangan ekonomi kreatif komunitas yang dikelola secara swadaya.

Hal itu pula yang dilakukan oleh Siku Terpadu selama ini. Mereka memiliki beberapa unit kerja, seperti Bonfire Creative Complex yang bergerak di bidang design dan multimedia. Nara Inkubator, Ritus Street Art, Swara Slebor dan Serikat Katulistiwa. Siku Terpadu juga memiliki tempat usaha di bidang fnb yakni RGB Smokepit dan Opsi Coffee. Dari sana, para seniman tak hanya berkarya, namun juga bisa mengelola karya-karya mereka menjadi sebuah benda maupun jasa komersil.

Inu berharap cerita yang ia sampaikan pada acara Cecombrotan 3 tersebut bisa diadopsi oleh komunitas lain, khususnya Hysteria, sehingga para seniman dan kolektif bisa survive dalam berkarya.

Diketahui, Inu menjalani residensi ke Siku Terpadu bersama dengan dua seniman lain dari Komunitas Trotoart, Jakarta dan seniman dari Serbuk Kayu, Surabaya. Konsep residensi yang dilakukan sejalan dengan tujuan Lumbung Kelana yang merupakan bagian dari Lumbung Indonesia.

Yaitu saling berbagi pengalaman kolektif masing-masing dengan tujuan bisa memperkaya pengetahuan para seniman, sekaligus mengelola perekonomian komunitas secara swadaya. Karya lokakarya Inu di Siku Terpadu yang diaplikasikan pada kertas dan kain, dipamerkan di Galeri Nasional pada 20 Oktober 2023 lalu.*

You Might Also Like

Tinggalkan Balasan