dari kepercayaan masyarakat, menjadi tradisi baru di kampung kota, gebyuran bustaman dirintis 2013 lalu bersumber pada kepercayaan warga mengenai kebiasaan Kyai Kertoboso Bustam, leluhur Raden Saleh di Semarang, memandikan cucunya jelang Ramadhan. dirintis warga dan kolektif hysteria tumbuh menjadi upacara yang berlangsung hingga hari ini. Belakangan pemkot mendukung kegiatan ini baik secara finansial maupun menjadikannya bagian dari rangkaian semarang menyambut ramadhan. Belum lama ini Gebyuran Bustaman diusulkan pada Kemendikbud untuk menjadi warisan budaya tak benda. Sampai bertemu di perang air!





