“Slompret Kematian” Juara Lomba Cerpen Kota Lama
SEMARANG-Lomba Cerpen Kisah-kisah Kota Lama yang diselenggarakan Forum Wartawan Balai Kota (Forwakot) Semarang, Hyteria, dan Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Semarang telah memasuki masa penentuan juara. Dari hasil rapat pleno dewan juri yang beranggotakan Handry TM, Gunawan Budi Susanto, dan Raudal Tanjung Banua memutuskan, cerpen berjudul ‘Slompret Kematian’ karya Ahsanul Mahdzi diputuskan menjadi juara dengan mengumpulkan poin tertinggi, 235. Cerpen karya warga Pekalongan yang tinggal di Kampung Banowati, Kelurahan Bulu Lor Kecamatan Semarang Utara ini berhasil menyisihkan 504 karya lain yang dikirim ke panitia. Sementara cerpen Lelaki Tua di Depan Gereja karya Utami Panca Dewi, warga Sendangguwo Kecamatan Tembalang, Semarang menjadi runner-up dengan nilai 230.
”Sementara cerpen berjudul Suzanne Camlo dan Lelaki Renta Dalam Mimpinya karya Ahmad Ijazi Hasbullah (warga Pekan Baru, Riau) menjadi pemenang ketiga dengan mengumpulkan poin 225. Seleksi ini memang berlangsung ketat karena total karya yang dikirim ke panitia mencapai 505 karya. Penjurian pun berlangsung alot, hampir seluruh karya memiliki kualitas yang sangat bagus,” kata Purna Cipta, salah satu panitia.
Ditambahkan, setelah diumumkan, para pemenang berhak menerima hadiah yang akan diserahkan panitia awal Juni mendatang.
”Pemenang akan dikonfirmasi via email melalui email panitia resmi, untuk selanjutnya akan kami informasikan detail peyerahan hadiah,” katanya.
Salah satu dewan juri, Raudal Tanjung Banua mengatakan, dari 505 cerpen yang terkirim, ternyata banyak di antaranya yang berasal dari luar jawa. ”Tak hanya Semarang saja, ternyata banyak peserta berasal dari luar jawa. Secara kualitas karya-karya itu sangat bagus. Namun dari hasil rapat, akhirnya terpilih karya yang paling baik,” katanya.
Ketua Panitia Adin mengatakan, hingga ditutupnya pendaftaran pada 2 Mei 2016 lalu, tercatat ada 505 karya yang masuk melalui email hysteriakita59@gmail.com dan forwakotsemarang@gmail.com
Ditambahkan, lomba ini diselenggarakan sebagai kado HUT Kota Semarang ke 469 dari Komunitas Hysteria, Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) dan Forum Wartawan Balai Kota (Forwakot) Semarang. ”Peserta yang mengirimkan karya tak hanya dari Semarang saja. Ada peserta dari Sumatra, Sulawesi, Kalimantan, Jatim, dan Jabar yang juga berpartisipasi dalam lomba ini,” katanya.
Ketua Forwakot Semarang Lanang Wibisono menambahkan, lomba cerpen ini dimaksudkan pula untuk mengenalkan Kota Lama Semarang ke masyarakat luas. Selama ini, katanya, karya sastra dianggap mampu menjadi media yang efektif untuk mencatat tiap perubahan di masyarakat tak terkecuali di sebuah kota.
Selain itu, melalui karya sastra, dalam hal ini cerpen, diharapkan Kota Lama Semarang mendapat tempat abadi seperti ambisi karya seni lain dan menjadi tujuan orang-orang. Semakin banyak orang datang, semakin banyak kisah ditulis dengan demikian pembacaan Kota Lama lebih komprehensif dan lebih ‘manusiasi’.
”Dalam penyelenggaraan ini kami juga didukung beberapa pihak, khususnya Pemkot Semarang, BPK2L Semarang, Hotel Tentrem Semarang, dan pemilik gedung Monood Huis, Jalan Kepodang 11-13 Kota Lama Semarang,” paparnya.(H71,fri)
==========
10 Besar Lomba Cerpen Kisah-kisah Kota Lama Semarang:
-Juara: SLOMPRET KEMATIAN karya Ahsanul Mahdzi (Pekalongan)
-LELAKI Tua DI DEPAN GEREJA karya Utami Panca Dewi (Semarang)
-SUZANNE CAMLO DAN LELAKI RENTA DALAM MIMPINYA karya Ahmad Ijazi Hasbullah (Pekan Baru, Riau).
-PERSAUDARAAN KASIH TUAN SEKOBER karya Arif Fitra (Magelang)
-BARANGKALI ADA BURUNG MELINTAS DIDEPAN TAMAN karya Fitriyana (Kendal)
-A LING karya Utami Panca Dewi (Semarang)
-SENJA DI KAUMAN karya Pipiek Isfianti (Kudus)
-NYAI SUNDARI karya Richa Miskiyya (Gubug, Grobogan)
-ESKAPIS karya Dwi Asih Rahmawati (Medan, Sumatra Utara)
-PEREMPUAN YANG BERDIRI DI SEPANJANG WAKTU karya Latif Fianto (Kabupaten Sumenep, Jawa Timur).(H71)
*sumber suara merdeka





