‘Kota Merah Hitam – Lintasan Waktu Anarkisme di Semarang’

Ilustrasi untuk sampul buku ‘Kota Merah Hitam – Lintasan Waktu Anarkisme di Semarang’ yang dikerjakan oleh salah seorang kawan seniman dari selatan Yogyakarta, Bodhi IA (@melampaui_mata ). Buku ini mencoba memberikan pembacaan alternatif mengenai spektrum revolusioner yang oleh para sejarawan cenderung digeneralisir ke dalam istilah ‘komunis’, ‘Kiri’ atau ‘Sosialisme’ saja. Bagi beberapa orang, penyederhaanan seperti itu sangat berakibat fatal karena sosialisme sendiri berangkat dari gagasan dan praktik yang beragam.

Alimin pada Riwayat Hidupku (1955) menuliskan komentarnya tentang pembentukan PKI pada 1920: “Pada waktu ini dalam Partai masih terdapat rupa-rupa aliran. Aliran anarkis, aliran sosialis, aliran nasional dan aliran Komunis. Pendek kata, sewaktu itu PKI belum merupakan Partai Komunis yang sebenarnya menurut ukuran Internasional”. Semangat anarkisme (dan sindikalisme) yang nampak pada beberapa individu yang tentu saja mempengaruhi organisasi dimana ia aktif, dan akan memuncak menjelang peristiwa 1926-1927. Bagaimana anarkisme dimaknai oleh orang pergerakan di Semarang? Bagaimana ia mewujud di dalam kelindan dengan praktik dan gagasan-gagasan lain?

Dalam beberapa waktu ke depan saya akan membuka prapesan untuk buku ini, untuk teman-teman yang tertarik dengan narasi sejarah yang alternatif, buku ini sangat disarankan. Untuk detail informasi silahkan cek akun Instagram @solidaria.id

Tinggalkan Balasan