SALAM JUMPA adalah sebuah program konser mini intim 3 bulan sekali yang diinisiasi oleh Kolektif Hysteria dan Hysteria Artlab dengan tujuan membnciptakan ruang ekspresi kepada satu band/unit musik yang mempunyai latar belakang cerita tertentu. Acara ini akan selalu dibuka oleh para penampil yang dipilih sendiri oleh band tersebut. SALAM JUMPA edisi perdana akan menampilkan OK
Malik Ros : Merayakan Pernikahan Dengan Rilis Album Baru
Malik Ros, seorang rapper dan produser musik asal Semarang yang dikenal dengan sentuhan jazz dan funk, telah merilis album baru berjudul “Menikah” baru-baru ini. Dengan perpaduan gaya musik yang unik, Malik Ros menulis sendiri semua lagu dalam perjalanan proses musikalnya. Baginya, menulis lagu adalah proses yang menantang sekaligus menyenangkan karena ia menemukan kanal yang tepat untuk mengekspresikan dirinya secara kreatif sambil menekuni kata-kata yang tepat untuk menyampaikan pesan dalam setiap musiknya. Bagi Malik Ros, musik adalah juga media.
Unless: Menghidupkan Kembali Hari Ini Dengan Semangat Emo Lewat Rilisan “Blessed by Silence, Kissed by Fear”
Keberanian Unless, sebuah unit musik beranggotakan enam orang, untuk memilih jalur bermusik daripada menjadi sekadar penggemar musik emo nostalgia patut diacungi jempol. Di tengah meledaknya popularitas musik “poni lempar” seperti Saosin, The Devil Wears Prada, Alesana, dan sejenisnya, Unless memilih jalan musiknya dalam era yang seolah, kebanyakan penikmat musik, hanya menganggap genre mereka sebagai kenangan atau hiburan semata.
CELESTIAL: Bermetamorfosis Menjadi Lebih Matang dalam Musik Ekstrim
Single terbaru “Poisoned Beyond Repair” telah direkam di dua studio, Tonebetter Soundlab dan Drako Chambers, menunjukkan kesungguhan mereka dalam menciptakan suara yang berkualitas. Dengan produksi yang dikendalikan langsung oleh Rsharsh, lagu ini menggambarkan kedewasaan artistik mereka dalam menyajikan musik ekstrim yang penuh dengan tantangan.
Gizarah: Menghadirkan Perspektif Baru dalam “Lonceng”
Dengan gaya tulisan yang lugas, Gizarah berhasil menggambarkan perasaannya melalui lirik-lirik yang penuh makna dalam single “Lonceng”. Ia menunjukkan kedewasaannya dalam menghadapi tekanan sosial dan mengajak pendengar untuk menjalani hidup sesuai dengan ritme mereka sendiri.





