Seni, Konteks, Kampung dan Kota

isi bookpaper 57gr
kover ivory 260gr
ukuran 14 x 21cm
178 halaman (sebagian berwarna)
paperback
ISBN 9786237 258674

Bagaimana seni dalam konteks masyarakat hari ini? apa peranannya dan apa ia juga berfungsi mengubah masyarakat atau hanya mengayakan perspektif saja? debat seni untuk seni dan seni untuk masyarakat bukan hal baru.

Buku ini mencoba mendedah pengalaman Kolektif Hysteria dalam laku kebudayaanya mengarungi gagasan peran seni dalam konteks di mana kelompok ini tumbuh dan berkembang dengan mengambil kasus Penta KLabs II yang diadakan di Nongkosawit, Gunungpati, Semarang 2018 lalu. Penta KLabs sendiri adalah biennale a la Hysteria sebagai pengembangan proyek seni yang dirintis berbasis situs spesifik sejak 2013 yang pertama kali diinisiasi di Tugu dan Bustaman. Eksperimen ini dilanjutkan tahun 2016 di Kemijen dan selalu berpindahpindah tempat tiap dua tahun sekali dengan isu yang beragam.

Sebagai generasi yang tumbuh dalam gegap gempita revolusi 4.0, digital native, problem dan peluang otonomi daerah, serta ketimpangan ekosistem seni di Indonesia Hysteria menempuh jalannya sendiri mencipta biennale, mengakali teknologi, dan bernegosiasi dengan banyak pihak. Melalui biennale sederhana inilah Hysteria tahun 2019 memenangkan Grand Prize Youfab Award di Jepang yang pameran dan awardingnya dilaksanakan akhir Februari 2020 di Tokyo. Menariknya Youfab Award fokus pada inovasi teknologi dan masyarakat dan seperti diketahui Hysteria tidak mengembangkan teknologi advanve seperti dibayangbayangkan orang kebanyakan.

Harapannya buku ini mengayakan praktik-praktik seni dengan masyarakat di era generasi milenial yang bisa jadi berbeda dengan komunal sisa-sisa perlawanan orde baru yang mempunyai dinamikanya sendiri.

order normal 70K promo hingga 4 Maret 60K
kontak Bombom (+62 888-0256-8515)

Tinggalkan Balasan