Climate Fiction(peluncuran buku hasil lomba fiksi merespons perubahan iklim) Jika sains dapat mengungkapkan realitas bernuansamasalah,fiksi dapat mengangkut, melibatkan, dan membangunkan kita. Bagaimana perasaanmu jika kamu harus melarikan diri karena rumahmu dilalap lautan, atau kebakaran hutan? Tragisnya, beberapa dari masa depan spekulatif ini sudah menjadi kenyataan ,tetapi bagibanyak dari kita, yangbersikap acuh tak acuh sehingga perlu
Kepingan Ingatan di Ujung Perpisahan
untuk perhatian #6Kepingan Ingatan di Ujung PerpisahanPameran visual “Kepingan Ingatan di Ujung Perpisahan” merupakan hasil pemagangan yang dilakoni oleh Ilham Fatkhur Rahman dan Matori di Kolektif Hysteria selama 2 bulan terakhir ini. “Kepingan Ingatan di Ujung Perpisahan” mempresentasikan 40 karya foto dan 2 video di galeri Grobak Art Kos. Karya-karya tersebut mempertontonkan rekam jejak program
Kolegatif Warak
Kepala warak itu Naga atau Kambing Jawa? atau ia sebenarnya adalah mainan iseng dengan craftmanship yang buruk di awal kemunculannya? lalu diglorifikasi dan dibebani politik identitas ketika eksistensinya diangkat menjadi simbol kota?Bagaimana para street artist merespon dan menafsir bentuk Warak Ngendhog? Tiga hari ke depan 11-13 April 2022 ini Stokemaki, Yogahya, dan Walkink akan melakukan
Mural Class 1st session
Apa saja yang akan di dapat dalam kelas ini ? Selain seragam dan sertifikat tentu banyak ilmu tentang mural, ilustrasi, desain, personal branding, bahkan marketing. Eh, nanti kalian akan berkesempatan bekerja bareng Hokgstudio dan Prigel juga lho. Hanya dengan 250 K kalian bisa dapat benefit sebanyak itu ? Gilak sih.. buruan dah kirim surat motivasi
Waktu Indonesia Bagian Tengah
Buah Tangan adalah program berbagi cerita oleh teman-teman dari Semarang yang baru saja menyelesaikan kunjungan dan aktivitas di luar Semarang. Dari adanya program ini diharapkan dapat menginspirasi dan memberikan informasi-informasi baru hasil dari pengalaman selama di luar Semarang. Seri kali ini kesempatan diberikan kepada dua seniman Hysteria Artlab; Hananingsih Widhiasri dan Pujo Nugroho yang telah





