Hysteria – Kesenian tidak hanya sekedar acara pesta, tidak hanya merayakan yang intuitif, kesenian dalam beberapa hal adalah sebentuk keyakinan, ideology, dan cinta. Tanpa itu semua tentu tidak mudah melewati hari demi hari hingga tidak terasa Hysteria,sebuah lembaga seni yang bergerak di bidang pemberdayaan anak muda berbasis komunitas, memasuki usia yang ke delapan atau sewindu.
Menulis, Mengabadikan yang Kelak Retak
Hysteria – Beberapa pemateri yang pernah diundang untuk materi lokakarya kepenulisan antara lain Bandung Mawardi, Afrizal Malna, Eko Tunas, Muhammad Sulhanuddin, Heri Candra Santosa, Anggoro Suprapto, dan Adhitia Armitrianto. Lokakarya ini diadakan sebanyak tiga kali yakni 2008, 2009, dan 2012. Pelatihan ini memberi kesempatan bagi siapapun untuk berlatih menulis secara murah namun tidak murahan.
Pemanfaatan Media Sosial
Hysteria – Media sosial yang lagi marak seperti twitter, path, instagram, dan lain-lain dalam beberapa tahun terakhir ini juga marak digunakan sebagai alat ditribusi informasi bahkan menggiring isu. Hysteria mengundang Jefri Dinomo sebagai analis media social untuk memberikan penjelasan fenomena ini dan kiat-kiatnya. Turut diundang pula Rudy Heryanto sebagai founder Pabrik Web yang mengetahui seluk
Lokakarya Komik
Hysteria – Kegiatan ini merupakan kopi darat para komikus independen Semarang. Dikoordinatori Agung Scream Of Oi, kegiatan workshop berjalan lancar dan diselenggarakan pula pameran komik teman teman dari Semarang.
Semarang Literary Triennale 2: Temu Penyair Muda
Legacy Sastra; Etika dan Estetika Cukup banyak catatan penting tentang peristiwa kesusastraan yang belakangan terjadi di Semarang Jawa tengah khususnya, catat saja polemik generasi tua-muda, system yang diwarisi, persoalan etika, estetika, pergolakan arus isu yang rasanya sudah tak berjarak lagi untuk diketahui oleh siapa saja, kalangan apa saja, estetika sastra yang muaranya semakin lebar, banyak





