Bagaimana sebuah inisiatif bertahan dan berkembang terutama di kota-kota yang tidak menjadi arus utama dunia seni kontemporer Indonesia? Pertanyaan itu tentu saja tak bisa dijawab dengan mudah. Tapi keberlangsungan Kolektif Hysteria dalam 13 tahun terakhir ini tentu menjadi catatan tersendiri. Sebagai pelaku sekaligus penyaksi langsung, naik turunnya kolektif, komunitas, kelompok, ruang (praktik) alternatif di Semarang,
pre order pekakota hub
tuduhan seni rupa kontemporer indonesia elit itu tentu problematis dan kontroversial. kita bisa berdebat panjang lebar definisidefinisi itu, tapi silakan gugling ‘sejarah seni rupa kontemporer indonesia’ dan mari diraba, selain wacana dominasi 3 kota, kota kota lain itu hanya penonton bukan? akui saja. secara umum begitu kan. pertama kita perlu mengakui ketimpangan itu, kedua
A British Story
Sceening AM Jihad : A British Story (50 menit) kerja bareng Hysteria disuplai @idbritisharts Pemantik Obrolan : Tedi Kholiludin (elSa) Moderator : Wan Fajar Kamis 30 Agustus 2018 19.00-selesai Tempat : Grobak Art Kos Jl. Stonen No. 29, Bendan Ngisor, Semarang CP : 085641283617 Sinopsis Film: Jihad : A British Story adalah karya sutradara pemenang penghargaan
pesta kebun
Guruh Indra, akan selenggarakan pameran tunggal di gedung B9 universitas negeri semarang. Guruh atau biasa dipanggil Gambut dalam beberapa tahun terakhir ini aktif eksplorasi visual menggunakan medium mural. Karya-karya Gambutz lebih bersifat spontan, apa yg terlintas di kepala dan mengganggu hatinya menjadi bahan untuk corat coret. Secara umum minatnya pada kekayaan kultur indonesia menjadi
lokakarya bikin lampion
Dinas Cipta Tempat dan Ruang, sebagai sebuah platform bentukan Hysteria menggelar pembelajaran untuk komunitas maupun warga. Mengaburkan batas-batas seni- non seni, dan menekankan kerja-kerja tukar menukar pengetahuan keseharian baik sesama warga maupun komunitas. event ini menghadirkan narasumber yang diambil dari kampung, untuk diputar ke kampung lainnnya. DCTR dalam 4 bulan terakhir ini memang fokus





