Perang yang Tidak Akan Kita Menangkan

BUAH BUKU #5
Perang yang Tidak Akan Kita Menangkan: Anarkisme & Sindikalisme dalam Pergerakan Kolonial hingga Revolusi Indonesia 1908-1948.
Karya: Bima Satria Putra

Senin/ 14 Okt 2019
Grobak Art Kos
Jl. Stonen no.29 Sampangan, Semarang
Jam 19.00 – selesai.

Pencerita: Al-Baroque (Solidaria.id)
Moderator : Bily Jinawi (Mahasiswa Sas. Indo)

Musik Akustik : Babak Bondas ‘Awal abad dua puluh adalah titik dimana kesadaran kelas di Hindia-Belanda mulai tumbuh. Hal ini tidak lepas dari politik etis yang sedang diterapkan negeri induk terhadap negeri jajahan. Berarti, membuka kesempatan untuk Pribumi dalam memahami alam pikir orang-orang Barat, yang selalu mendaku bangsa yang lebih maju. Secara tidak langsung, hal ini berarti berupaya mendorong para intelek muda untuk bertindak selaras dengan apa yang terjadi di Eropa. Tak terkecuali masalah ideologi, inspirasi politik dan hal-hal yang terjadi diselingkarang perang dunia. Sehingga memunculkan tendensi-tendensi identitas nasional yang berujung pada upaya melepaskan diri dari belunggu kolonialisme.

Kondisi-kondisi diatas menjadi faktor yang cukup signifikan untuk menjawab mengapa perkembangan sarekat buruh cukup pesat. Karena nantinya, didalam sarekat-sarekat buruh ini, gagasan-gagasan anarkisme, sindikalisme, nihilisme, komunisme, nasionalisme, hingga Islamisme berebut simpati massa hingga menuntun kearah perebutan kemerdekaan dari Belanda. Salah satu pokok bahasan buku ini adalah untuk mencoba menelusuri jejak posisi dan peran para anarkis dan sindikalis dalam kerancuaan, persimpangan dan tautan-tautan diantara gagasan-gagasan tersebu

Tinggalkan Balasan