Arsip, Lokakarya

Mengasah Keterampilan Teknis

Hysteria – Membekali keterampilan teknis juga dirasa hal yang penting dilakukan. Dokumentasi ini menunjukkan aktivitas Hysteria memberikan pelatihan teknis cetak sablon (2009)  bersama Komunitas Tanam Untuk Kehidupan, Salatiga, dan cetak kayu (2011) bersama Taring Padi, Yogyakarta.

Read More...

Arsip, Festival

Konsoemsi Atoe Mati!

Hysteria – Sebuah tabik yang provokatif telah dilabelkan dengan gila-gilaan oleh komunitas hysteria sebagai penggagas acara Festival Kesenian Semarang, dengan mengambil semangat jargon merdeka atau mati diplesetkan dengan ancaman serius, konsoemsi ataoe mati! Jelas bahwa hal ini tidak lahir dari rahim yang remeh. Sebuah pembacaan besar tentang kehidupan seni budaya di Semarang. Pembacaan anak-anak muda

Read More...

Arsip, Lokakarya

Performance Klub di Hysteria

Hysteria – Sudah menjadi komitmen Hysteria untuk memberikan medium pembelajaran bagi para seniman muda di Semarang. Satu di antaranya adalah lokakarya-lokakarya yang diadakan berkala. Pada kesempatan ini Hysteria mengundang Performance Klub Yogyakarta. Kegiatan ini diadakan Agustus 2008. Iwan Wijono, Tim Puk, Rachel Saraswati tampil menjadi mentor dalam kegiatan yang diikuti oleh berbagai kelompok teater di

Read More...

Arsip, Festival

Semarang Literary Triennale : Sastra Balik Desa

Hysteria – Benarkah tanggung jawab menjadi sastrawan , penyair lebih-lebih kaitannya dengan dunia kesusastraan menjadi semata-mata tugas individu? Benarkah para ‘calon’ sastrawan atau penyair harus mengurus dirinya sendiri berikut karyanya tanpa peduli pada konteks kultural apa ia tumbuh dan sistem apa yang melingkupinya? Pertanyaan-pertanyaan di ataslah yang mendominasi dalam berbagai diskusi yang digelar pada event

Read More...

Arsip, Festival

Grobak Art

Gabungan Komunitas Seni Prihatin Ruang Publik Kesenian dalam beberapa kasus dianggap sebagai ekspresi puitik yang luhur, murni, sejati dan sangat serius. Karena asumsi-asumsi di ataslah terkadang masyarakat awam menilai kesenian sebagai wilayah yang terpisah realitas sehari-hari yang serba cepat dan instan. Praduga tersebut menurut beberapa pihak terkesan menghukumi dan berat sebelah, dan kesenian akhirnya malah

Read More...