Tengok Bustaman II Adin Kredo “Apalah artinya renda-renda kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan. Apalah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan. Kepadamu aku bertanya..?” (Sajak Sebatang Lisong- WS Rendra) Selama 10 tahun lebih berkesenian di Semarang, ada masa-masa dalam diri mempertanyakan sebenarnya untuk apa terus menerus berkegiatan, membangun jaringan, menginisiasi program. Berkali evaluasi rasa-rasanya
Memunculkan Harapan Lewat Seni
(catatan proses artis) Oleh Annisa Rizkiana Rahmasari grobakhysteria.or.id – Butuh waktu 2 minggu bagi saya untuk merenung setelah menyelesaikan proyek seni di salah satu kampung di Semarang. Nama kampung tersebut adalah Bustaman. Nama ini diambil dari nama Kyai Kertoboso Bustam atau kakek buyut Raden Saleh. Bersama beberapa seniman lain, kami diberikan kewajiban untuk mengolah
