grobakhysteria.or.id – Arjuna muncul dari bilik kamar yang sempit. Tidak ada iringan musik dalam kemunculannya. Suasana garing itu bukannya membuat penonton berkerut kening, melainkan tertawa terbahak-bahak karena menyadari betapa konyolnya adegan itu. Tetapi kekonyolan dan keremehan itu seolah menjadi olok-olok dalam tiap penampilan Roda Gila dan Kelab Klip Bersaudara. Malam itu (050310) di Grobak A(r)t Kos Jl. Stonen no 29 Sampangan, untuk kedua kalinya mereka menggelar Unjuk gigi yang ke dua. Pada pentas malam itu Roda Gila memasang Aga Petir dan Penyembah Hari Libur serta Khoiri Abbdillah (teater Nawiji) sebagai headliner, untuk menyebut bintang tamu mereka.
Khoiri Abdillah sebagai salah satu aktor kawakan teater kampus di Semarang membawakan nukilan kisah yang dimonologkan di hadapan para penonton yang penuh. Setelah bermonolog 30 menit tiba saatnya Aga Petir dan Penyembah Hari Libur mengisi waktu dengan memainkan musik-musik Blues. Yang menarik adalah interaksi setelah itu. Beberapa kawan ikut tampil performance spontan, misalnya Garna. Mereka kemudian bercerita tentang permasalahan pribadi mereka dalam forum yang sangat cair itu. Demikianlah acara yang dihelat Roda Gila DKKB selalu berlangsung secara atraktif, tidak terduga, remeh temeh namun segar. (id)









